Showing posts with label Khalil Gibran. Show all posts
Showing posts with label Khalil Gibran. Show all posts

Friday, 3 August 2012

Keindahan Kehidupan

Keindahan adalah kehidupan itu sendiri saat ia membuka tabir penutup wajahnya. Dan kalian adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu. Keindahan adalah keabadian yang termangu di depan cermin. Dan kalian adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu.

Thursday, 2 August 2012

Prosa (VI)

Bersyukurlah pada kehidupan yang telah menganugerahimu rasa haus.

Hatimu akan menjadi seperti tepian pantai dari sebuah samudera yang tak  memiliki gelombang.
Tak menyimpan gemuruh dan tak mengerami pasang surut bila engkau tak memiliki rasa haus. Teguklah isi pialamu sendiri sambil memekik gembira.

Junjunglah pialamu di atas kepalamu lalu teguklah kuat demi mereka yang
meminumnya dalam kesendirian.

Aku pernah sekali mencari gerombolan manusia yang kemudian duduk rapi
mengelilingi meja jamuan sebuah pesta kemudian minum dengan sepuas-puasnya.

Namun mereka tidak mengangkat anggurnya di atas kepalaku, tidak pula
meresapkannya ke dalam dadaku.
Mereka hanya membasahi kakiku....kebijakanku masih kerontang.
Hatiku terkunci dan terpatri.

Cuma sepasang kakikulah yang bergomol dengan mereka diantara selubung
kabut yang suram.
Aku tidak lagi mau mencari kumpulan manusia atau pula meneguk anggur
bersama mereka dalam meja jamuan pesta mereka.

Apa yang engkau rasakan jika kututurkan padamu semua itu jika waktu begitu
garang menghentaki jantungmu?

Akan sangat baik bagimu bila engkau meneguk piala rengsamu seorang diri dan
piala bahagianmu seorang diri pula...

Wednesday, 1 August 2012

Pandangan Pertama

Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesedarannya.
Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.


Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesedaran yang dilakukan


malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.


 
Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang
tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya,
dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.


Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan air
mengalir menuju syurga dan bumi. Pandangan pertama dari sahabat kehidupan
menggemakan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"

Sunday, 29 July 2012

Foto Wajah Khalil Gibran

Tentu kita harus mengenal wajah Sastrawan pujaan kita bukan ? berikut kami upload foto ganteng beliau.


Wednesday, 25 July 2012

Kawanku


          Kawanku, aku bukanlah apa yang tampak padaku. Penampilan tidak lebih apa hanyalah pakaian yang kukenakan yakni kain yang melindungiku dari cecaran pertanyaanmu dan melindungimu dari kealpaanku.

          “Aku” didalam diriku kawanku, mendekam dirumah keheningan, dan disana ia akan tinggal selamanya, tak teraba, tak terdekati.

          Mustahil bagiku untuk membuatmu meyakini apa yang kukatakan atau mempercayai apa yang kulakukan-sebab kata-kataku hanyalah suara pikiranmu yang kusuarakan dan tindakanku adalah harapanmu yang diwujudkan.

Thursday, 17 May 2012

Tentang Rasa sakit

Dan seorang wanita berkata, Bicaralah tentang rasa sakit.
Dan ia berkata:
Rasa sakitmu adalah pecahnya cangkang yang membungkus pemahamanmu.
Bahkan ketika buah batu harus pecah, hatinya harus berdiri dibawah sinar matahari, saat itulah kau akan tahu
tentang rasa sakit.
Dan kau dapat membiarkan hatimu dalam pengembaraan keajaiban kehidupanmu, rasa sakitmu tidak akan lebih aneh dari pada kebahagiaanmu.
Dan aku dapat menerima musim-musim dalam hatimu, bahkan ketika kau diterima musim musim yang melewati
ladang ladangmu.

Dan kau akan melihat kepedihan melalui musim dingin kesengsaraanmu.
Dan kebanyakan rasa sakit kau pilih sendiri.
Itu adalah racun paling pahit untuk mengurangi rasa sakitmu.
Percayalah pada tabib, dan minumlah obatnya dalam kesunyian dan kelelahan.
Karena tangannya, walau kasar dan berat, ditunjukkan oleh tangan lembut yang tak tampak.
Dan cangkir yang ia bawa, walau membakar bibirmu, telah dihias oleh air mata keramat-Nya.

Wednesday, 16 May 2012

Tentang Kebahagian dan Penderitaan

Lalu seorang wanita berkata, bicaralah tentang kebahagian dan penderitaan.
Lalu ia menjawab :
Kebahagiaanmu adalah penderitaanmu yang tak bertopeng.
Dan sumur dari mana tawamu seringkali bercampur dengan airmata.
Bagaimana mungkin terjadi lain?
Semakin dalam penderitaan terukir semakin banyak pula kebahagiaan.
Bukankah cangkir yang terisi anggurmu adalah cangkir yang terbakar dalam pot?
Dan bukankah kecapi yang menyejukkan jiwamu adalah kayu yang dilubangi oleh pisau?

Tentang Berbagi

Dan siapakah dirimu hingga mereka harus menyingkap dada mereka dan menyingkap harga diri mereka,
hingga kau dapat melihat harga diri mereka yang telanjang dan keterbukaan harga diri mereka?
Lihatlah pada dirimu sendiri apakah pantas menjadi pemberi, dan alat dari pemberian.
Karena sebenarnya kehidupan yang memberi kepada kehidupan.
Sementara kau, yang menganggap diri kalian sebagai pemberi, namun sebenarnya hanya sebagai saksi.

Saturday, 12 May 2012

Tentang Cinta

Kau boleh berusaha seperti mereka, tapi jangan membuat mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur, atau berkaitan dengan kemarin
Kau adalah busur dimana panah anak-anakmu diluncurkan
Pemanah melihat tanda dijalan setapak kepastian, dan ia membengkokkanmu dengan kekuatanNya
sehingga panahNya melesat dan jauh.
Biarkan bengkokmu di tangan pemanah menjadi kegembiraan
Karena bahkan saat ia mencintai panah yang terbang, ia juga mencintai busur yang diam.